Prodi Agroteknologi Lakukan Pengabdian di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Rantau Selatan Dengan Tema : Pembuatan Lubang Resapan Biopori Sebagai Solusi Peningkatan Resapan Air Serta Penanganan Masalah Sampah

Untuk mengatasi permasalahan genangan air dan sekaligus mengelola sampah organik, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Rantau Selatan mengadakan kegiatan pembuatan lubang resapan biopori (LRB), Jumat 15 November 2025. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh seluruh penyuluh pertanian, staf administrasi, serta didukung oleh Kelompok Tani binaan serta Ka. Prodi Agroteknologi FST-ULB.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya konservasi air tanah dan pengelolaan sampah ramah lingkungan. Pemateri menjelaskan bahwa LRB tidak hanya berfungsi meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, mengurangi genangan dan risiko banjir, tetapi juga sebagai tempat pengomposan sampah organik. Sampah dapur dan kebun yang dimasukkan ke dalam lubang akan diurai oleh organisme tanah menjadi kompos yang menyuburkan tanah.

“Lahan di sekitar BPP seringkali tergenang saat hujan deras. Dengan adanya biopori ini, kami berharap air dapat meresap lebih baik. Selain itu, kami juga bisa memanfaatkan sampah daun dan sisa kebun dari sekitar balai, sehingga lebih bernilai guna,” ujar Samsul Bahri, Koordinator BPP Rantau Selatan, membuka kegiatan.

Praktik pembuatan LRB dilakukan di beberapa titik strategis di halaman dan kebun percobaan BPP. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat lubang berdiameter 10 cm dengan kedalaman sekitar 80-100 cm menggunakan bor biopori. Lubang-lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik seperti dedaunan kering, sisa rumput, dan sampah dapur yang telah dipilah.

Ini adalah tindakan nyata yang sederhana namun berdampak besar. Kita tidak hanya menyelesaikan dua masalah sekaligus, yaitu air dan sampah, tetapi juga mendidik kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan kerja kita,” tambah Diana Sari, salah seorang penyuluh pertanian yang aktif dalam kegiatan.

Ke depan, BPP Rantau Selatan berencana menjadikan kegiatan ini sebagai program berkelanjutan. Setiap LRB akan dipantau dan dirawat secara berkala dengan penambahan sampah organik. Kompos yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk kebun percobaan dan pembibitan, menciptakan siklus ekonomi sirkular di unit tersebut.

Hal Senada dikatakan Oleh Bapak Fitra Syawal Harahap, SP.,M.Agr Selaku Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Labuhanbatu Kegiatan ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi BPP, tetapi juga dapat diadopsi oleh para penyuluh dan kelompok tani di wilayah binaannya. Dengan demikian, inovasi sederhana ini dapat berkontribusi lebih luas dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan air di wilayah Kecamatan Rantau Selatan.

Red. Fitra Syawal Harahap, S.P., M.Agr