Perkuat Kapasitas Riset Fitopatologi, Ketua Program Studi Agroteknologi FST ULB Berpartisipasi dalam 3rd ISGANO 2026

Medan, 12 Februari 2026 – Komitmen Universitas Labuhanbatu (ULB) dalam memajukan ilmu pengetahuan di bidang pertanian tropis kembali diwujudkan melalui partisipasi aktif Ketua Program Studi Agroteknologi pada ajang The 3rd International Symposium on Ganoderma (ISGANO) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Medan, Sumatra Utara, pada 10–12 Februari 2026 ini merupakan forum ilmiah internasional yang secara spesifik membahas perkembangan riset terkini tentang patogen Ganoderma boninense, penyebab utama penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit.

Partisipasi dalam forum yang diinisiasi oleh Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) ini menjadi langkah strategis bagi Program Studi Agroteknologi ULB. Hal ini sejalan dengan upaya program studi untuk senantiasa mengintegrasikan permasalahan aktual industri kelapa sawit ke dalam kurikulum dan agenda penelitian. Sebagaimana diketahui, Ganoderma telah lama diidentifikasi sebagai faktor pembatas utama produktivitas kelapa sawit di Asia Tenggara, termasuk di wilayah operasional ULB.

Menyelaraskan Kurikulum dengan Tantangan Industri

Kehadiran dalam simposium ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dimanfaatkan secara maksimal untuk menyerap berbagai inovasi teknologi dan metode riset terbaru. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti dari lembaga riset internasional seperti CIRAD Perancis dan MPOB Malaysia, serta praktisi industri, mendiskusikan berbagai pendekatan mutakhir. Topik yang diangkat mencakup teknik deteksi dini berbasis molekuler, strategi pengendalian hayati, serta manajemen agronomis untuk memperpanjang usia produktif tanaman di lahan terdampak. Bagi Ketua Program Studi Agroteknologi, partisipasi ini memberikan wawasan empiris yang sangat relevan untuk pengayaan bahan ajar mata kuliah seperti Perlindungan Tanaman, Fitopatologi, dan Manajemen Produksi Tanaman Perkebunan. “Memperoleh paparan langsung dari para pakar yang menangani masalah ini di berbagai negara memberikan perspektif yang lebih luas. Ini akan sangat membantu dalam merancang studi kasus yang lebih kontekstual bagi mahasiswa,” ujarnya usai mengikuti rangkaian acara.

Implikasi untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Selain aspek pedagogis, partisipasi ini juga membuka peluang bagi ULB untuk turut serta dalam jejaring riset kolaboratif. Data yang disajikan dalam simposium menunjukkan urgensi penanganan Ganoderma, dengan lebih dari 2 juta hektar lahan di Indonesia terindikasi terinfeksi dalam kurun waktu 2018–2024. Angka ini mengindikasikan perlunya kontribusi nyata dari perguruan tinggi, baik dalam hal penelitian dasar maupun pengembangan teknologi tepat guna yang dapat diadopsi oleh petani.
Sebagai institusi yang berlokasi di sentra produksi kelapa sawit, Program Studi Agroteknologi ULB berencana untuk menindaklanjuti partisipasi ini dengan merancang proposal-proposal riset yang relevan. Fokus kajian akan diarahkan pada eksplorasi agens hayati lokal serta adaptasi teknologi pengendalian yang sesuai dengan kondisi agroekosistem di Labuhanbatu dan sekitarnya. Hasil riset ini nantinya diharapkan dapat ditransfer kepada masyarakat melalui program pengabdian yang berkelanjutan.

Dengan mengikuti perkembangan ilmiah di tingkat global melalui forum seperti ISGANO, Program Studi Agroteknologi ULB bertekad untuk tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menghasilkan solusi inovatif bagi permasalahan nyata sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia. Langkah ini merupakan perwujudan nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas dan berdampak.

Redaksi. Fitra Syawal Harahap, S.Agr., M.Agr