Guna mempererat kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi lapangan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Labuhanbatu secara resmi menjalin kemitraan dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, serta memperkuat peran Program Studi (Prodi) Agroteknologi FST dalam implementasinya. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ketiga pihak tersebut berlangsung di Ruang Rapat Universitas Labuhanbatu.

Acara ini menandai komitmen bersama untuk mengembangkan pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, khususnya di Kecamatan Pangkatan. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan sinergi yang saling menguntungkan antara sivitas akademika, penyuluh pertanian, dan petani. Dalam sambutannya, Dekan FST Universitas Labuhanbatu, Dr. Iwan Purnama S.Kom.,M.Kom., menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan wahana strategis untuk mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi.
MoU ini bukan sekadar formalitas, tetapi pintu masuk bagi dosen dan mahasiswa, khususnya dari Prodi Agroteknologi, untuk turun langsung ke sawah dan kebun milik petani. Hasil penelitian dan inovasi di kampus harus bisa menjawab tantangan riil di lapangan,” ujarnya. Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Pangkatan, Rudi Kamsari, SP., M.M., menyambut gembira kemitraan ini. Ia menekankan bahwa kehadiran universitas akan memberikan nilai tambah bagi program penyuluhan. “Kami membutuhkan pendekatan baru dan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Pangkatan. Dengan dukungan akademisi dan mahasiswa dari Prodi Agroteknologi, kami yakin dapat mengembangkan model-model pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan,” jelas Rudi .

Ketua Prodi Agroteknologi FST Fitra Syawal Harahap., SP.,M.Agr menambahkan bahwa program studi yang dipimpinnya siap menjadi pelaksana teknis dari perjanjian ini. “Ini adalah momen penting bagi Prodi Agroteknologi. Kerja sama ini akan menjadi landasan bagi kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, Praktik Kerja Lapangan (PKL), penelitian skripsi, dan pengabdian masyarakat dosen yang terfokus dan berdampak langsung,” paparnya.
Beberapa ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi: 1. Penyediaan lahan dan fasilitas di wilayah BPP Pangkatan sebagai lokasi penelitian, pengabdian, dan praktik mahasiswa. 2. Pengembangan dan pendampingan demplot pertanian modern serta sekolah lapangan untuk petani. 3. Pertukaran informasi, data, dan tenaga ahli untuk penyusunan program penyuluhan yang berbasis data. 4. Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan penyuluhan pertanian untuk mengasah kompetensi sekaligus berkontribusi pada masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta siklus yang saling memperkuat: universitas mendapatkan laboratorium lapangan yang nyata, BPP mendapatkan akses ilmu dan inovasi terkini, petani mendapatkan pendampingan yang lebih intensif, dan akhirnya sektor pertanian di Labuhanbatu dapat berkembang secara berkelanjutan.
