Bertempat di Adimulia Hotel, Medan – Sumatera Utara Bapak Fitra Syawal Harahap, SP.,M.Agr Menghadiri Conference & Exhibition: 10–11 Februari 2026 Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) bersama Media Perkebunan menghadirkan kembali International Symposium Ganoderma Conference, Exhibition, dan Field Trip (3rd ISGANO 2026) dengan Topik Critical Point to Manage Ganoderm in Palm Oil, Now or Perish forum ilmiah dan praktis untuk membahas penyakit ganoderma, hama, dan tantangan utama industri kelapa sawit.
Topik utama: Ganoderma, Fusarium oxysporum, Elaeidobius kamerunicus, Hama Penyakit Tanaman

Kehadiran pimpinan Program Studi Agroteknologi ULB dalam forum ilmiah tingkat dunia ini menegaskan komitmen institusi dalam mengikuti perkembangan riset terbaru serta menjalin jejaring kolaboratif dengan para pakar internasional. Sebagaimana diketahui, ISGANO 2026 diselenggarakan oleh Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) dan dihadiri oleh narasumber global dari berbagai lembaga riset terkemuka seperti Centre de Coopération Internationale en Recherche Agronomique pour le Développement (CIRAD) Prancis, Malaysian Palm Oil Board (MPOB), serta para praktisi dan peneliti dari berbagai perusahaan perkebunan di Indonesia.


Latar belakang penyelenggaraan simposium ini didorong oleh data empiris yang menunjukkan eskalasi serangan Ganoderma di perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, total luas lahan yang terinfeksi selama periode 2018–2024 mencapai 2.097.184,33 hektar . Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Ganoderma boninense ini tidak hanya menurunkan produktivitas secara drastis, tetapi juga berpotensi mengancam eksistensi kelapa sawit nasional dalam dua dekade mendatang jika tidak dikendalikan secara masif dan terintegrasi.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal P3PI, Hendra J. Purba, menegaskan bahwa persoalan Ganoderma merupakan tanggung jawab kolektif yang memerlukan gerakan bersama. “Masalah ini hanya bisa diselesaikan jika seluruh pihak bergerak bersama mulai dari peneliti, perusahaan, petani, pemerintah, dan industri teknologi” . Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam merumuskan solusi jangka panjang. Partisipasi Ketua Program Studi Agroteknologi ULB dalam forum ini menjadi momentum strategis untuk mengakselerasi pengembangan kurikulum dan riset di lingkungan program studi. Selama pelaksanaan simposium, para peserta tidak hanya memperoleh pemaparan materi mengenai teknologi deteksi dini terkini, manajemen hama terpadu, dan pendekatan agronomis dalam pengendalian Ganoderma, tetapi juga berkesempatan mengunjungi lokasi perkebunan yang terdampak untuk melihat langsung implementasi teknik pengendalian di lapangan .

Melalui forum ini, civitas akademika ULB dapat mengakses secara langsung hasil-hasil riset mutakhir yang telah diuji coba di berbagai kondisi agroekosistem. Hal ini sejalan dengan upaya Program Studi Agroteknologi untuk terus meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang perlindungan tanaman dan agronomi berkelanjutan Sebagai institusi pendidikan yang berada di kawasan dengan luasan perkebunan kelapa sawit signifikan, Universitas Labuhanbatu memiliki posisi strategis dalam menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang agroteknologi. Pengetahuan yang diperoleh dari simposium ini diharapkan dapat ditransformasikan ke dalam proses pembelajaran, penelitian mahasiswa, serta program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar petani kelapa sawit di wilayah sekitar kampus.
Dengan terselenggaranya 3rd ISGANO 2026, para akademisi diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga aktor utama dalam merumuskan inovasi teknologi yang aplikatif. Sebagaimana disampaikan dalam simposium, ancaman Ganoderma bukan sekadar isu teknis pertanian, melainkan telah berdimensi ekonomi dan sosial karena berdampak langsung terhadap pendapatan petani dan keberlanjutan industri nasional . Melalui partisipasi aktif dalam forum ilmiah internasional ini, Program Studi Agroteknologi ULB berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang solutif terhadap permasalahan aktual sektor perkebunan di Indonesia.
Redaksi. Fitra Syawal Harahap, S.Agr., M.Agr
