Potret Ketersediaan Pangan (Beras) di Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2026

Labuhanbatu – 20 Mei 2026, Tim akademisi dari Universitas Labuhanbatu (ULB) menyatakan dukungan penuh terhadap penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Labuhanbatu bertajuk “Potret Ketersediaan Pangan (Beras) di Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2026”. Dukungan tersebut disampaikan langsung dalam Seminar Proposal Penelitian yang digelar di Ruang Rapat Balitbang, Rantauprapat, Rabu (13/5/2026).

Dua akademisi ULB yang hadir sebagai narasumber, yakni. Fitra Syawal Harahap, SP., M.Agr dan Lutfi Fadilah Zamzami, S.Tp., M.Sc., Kaprodi Agroteknologi ULB, kompak menyebut penelitian ini sebagai langkah strategis dan visioner yang patut diapresiasi setinggi-tingginya.

Fitra Syawal Harahap, SP., M.Agr. dalam pernyataannya yang tajam dan penuh bobot akademis menegaskan bahwa pemetaan ketersediaan pangan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah keharusan ilmiah yang mendasari seluruh arsitektur kebijakan pangan suatu daerah.

“Ketahanan pangan tidak bisa dibangun di atas asumsi. Ia harus berdiri di atas data empiris yang terverifikasi, terstruktur, dan representatif. Apa yang dilakukan Balitbang Labuhanbatu ini adalah bentuk kesadaran intelektual birokrasi yang luar biasa — mereka tidak menunggu krisis untuk bertindak, mereka bergerak sebelum krisis itu datang. Inilah yang disebut kebijakan berbasis bukti, evidence-based policy, dan Labuhanbatu sedang melakukannya dengan benar,” papar Fitra Syawal Harahap dengan penuh keyakinan.

Pernyataan tak kalah mengesankan datang dari Lutfi Fadilah Zamzami, S.Tp., M.Sc., yang dengan perspektif teknologi pangan mengurai betapa pentingnya penelitian ini dari sisi rantai nilai komoditas beras secara menyeluruh.

“Dalam ilmu teknologi pangan, kita mengenal konsep food availability sebagai pilar pertama ketahanan pangan. Namun pilar itu hanya kokoh jika datanya valid, metodologinya sahih, dan cakupannya komprehensif — dari hulu produksi hingga hilir konsumsi. Penelitian ini berambisi menjawab semua itu sekaligus, dan saya katakan dengan tegas sebagai akademisi: ini adalah penelitian yang tidak hanya tepat waktu, tetapi tepat sasaran dan tepat metode. Kami dari ULB bangga dan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mendukungnya sepenuh tenaga,” ujar Lutfi Fadilah Zamzami dengan nada yang mantap dan berwibawa.

Keduanya sepakat bahwa hasil penelitian ini akan menjadi dokumen ilmiah sekaligus dokumen strategis yang melampaui nilai sebuah laporan biasa — ia adalah peta jalan nyata bagi Kabupaten Labuhanbatu dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Kepala Balitbang Labuhanbatu mengaku terkesan dengan respons luar biasa yang diberikan kedua akademisi tersebut. Menurutnya, pandangan ilmiah dari ULB memberikan ruh dan legitimasi akademis yang memperkuat seluruh kerangka penelitian.

“Ketika akademisi berbicara dengan argumen sekuat itu, kami semakin yakin bahwa jalan yang kami tempuh sudah benar. Ini bukan sekadar penelitian daerah biasa — ini adalah kontribusi nyata ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat Labuhanbatu,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Hasan Heri Rambe, menyebut dukungan akademisi ULB sebagai angin segar yang memperkuat komitmen Pemkab dalam menjadikan penelitian ini sebagai landasan kebijakan pangan yang kokoh dan terukur.

 

Redaksi : Lutfi Fadilah Zamzami, S.Tp., M.Sc