LABUHANBATU – Komitmen Universitas Labuhanbatu (ULB) dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teoretis, tetapi juga tangguh secara praktis, kembali dibuktikan melalui kegiatan praktikum lapangan yang mendalam. Mahasiswa dari program studi terkait melaksanakan observasi dan praktik langsung mengenai teknologi pembibitan kelapa sawit di lahan mitra PT. Benih Bumi Nusantara. Kegiatan yang menjadi bagian integral dari mata kuliah Teknologi Benih ini dibimbing langsung oleh Ibu Lidia Sri Hardiyanti, S.P., M.P.
Sinkronisasi Teori dan Praktik Lapangan

Kegiatan praktikum ini dirancang secara sistematis untuk memberikan pemahaman holistik mengenai manajemen agribisnis kelapa sawit. Di bawah pengawasan Ibu Lidia, mahasiswa terlibat langsung dalam serangkaian tahapan krusial, mulai dari seleksi benih bermutu, teknik penyemaian di pre-nursery, hingga strategi pemeliharaan intensif di main nursery.
Dalam setiap fase, mahasiswa ditantang untuk menerapkan prinsip-prinsip agronomi yang presisi, seperti manajemen media tanam, efisiensi pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemantauan laju pertumbuhan bibit. Pengalaman di lapangan ini memungkinkan mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana standar kualitas bibit ditentukan, sebuah pengetahuan yang seringkali sulit dijangkau hanya melalui literatur di ruang kelas.
Pergeseran Paradigma: Kuliah di Balik Dinding ke Realitas Lapangan

Antusiasme mahasiswa terlihat sangat nyata sepanjang kegiatan berlangsung. Bagi mereka, interaksi langsung dengan ekosistem pembibitan di PT. Benih Bumi Nusantara memberikan perspektif baru yang sangat berharga. Mahasiswa kini menyadari bahwa menjadi sarjana pertanian menuntut lebih dari sekadar penguasaan buku teks; mereka dituntut untuk memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan, kecepatan dalam mengambil keputusan teknis, dan ketahanan fisik di lapangan.
Kegiatan ini secara efektif mengubah pandangan mahasiswa terhadap proses belajar. Mereka kini memahami bahwa kuliah adalah sebuah proses eksplorasi yang dinamis, di mana laboratorium sesungguhnya adalah lahan pertanian itu sendiri. Hal ini memperkaya wawasan mereka mengenai kompleksitas yang dihadapi oleh praktisi perkebunan, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengaplikasikan ilmu agronomi yang telah dipelajari.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Agribisnis

Ibu Lidia Sri Hardiyanti, S.P., M.P. menekankan bahwa agenda praktikum ini memiliki muatan strategis yang jauh melampaui aspek teknis belaka. Ibu Lidia memiliki visi besar agar lulusan ULB mampu menjadi motor penggerak ekonomi di sektor pertanian.
“Tujuan utama dari praktikum ini adalah untuk memastikan mahasiswa memiliki pemahaman yang mendalam, matang, dan komprehensif terkait manajemen pembibitan kelapa sawit. Kami ingin mahasiswa tidak hanya sekadar ‘tahu’ secara teori, tetapi benar-benar ‘paham’ secara praktis. Kompetensi teknis yang mereka dapatkan hari ini adalah modal utama agar mereka memiliki daya saing tinggi saat memasuki dunia kerja profesional di perusahaan perkebunan besar,” tegas Ibu Lidia.
Lebih lanjut, Ibu Lidia menambahkan bahwa di era yang semakin kompetitif, jiwa kewirausahaan adalah kunci. “Kami tidak hanya mencetak tenaga kerja, kami sedang membentuk calon pengusaha. Saya berharap, dengan pengalaman yang mereka peroleh di PT. Benih Bumi Nusantara, mahasiswa memiliki bekal yang cukup untuk berani berinovasi dan merintis usaha mandiri di bidang pembibitan kelapa sawit. Menjadi pengusaha bibit unggul adalah peluang emas yang terbuka luas bagi mereka yang memiliki keahlian dan kemauan keras,” imbuhnya.
Dampak Berkelanjutan bagi Dunia Pertanian
Kolaborasi strategis antara Universitas Labuhanbatu dan PT. Benih Bumi Nusantara merupakan langkah konkret dalam menciptakan jembatan antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan riil industri. Sinergi ini tidak hanya menguntungkan mahasiswa dalam aspek pengembangan diri, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pengembangan standar mutu pembibitan kelapa sawit di wilayah Labuhanbatu.
Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, Universitas Labuhanbatu dapat terus melahirkan sarjana pertanian yang berintegritas, memiliki penguasaan agronomi yang tajam, serta mampu menjawab tantangan ketahanan pangan dan ekonomi melalui sektor kelapa sawit yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sumber : Lidia Sri Hardiyanti, S.P., M.P.
